Produksi Pertanian Pengaruhi Jumlah Penduduk Miskin di Soppeng

Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat adanya pengaruh hasil produksi pertanian terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng.

Kepala BPS Soppeng, Muchlis menyebut hal ini berdasarkan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2021.

“Dari survei Sakernas, diketahui bahwa penduduk Soppeng usia 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian mencapai angka 46,57 persen, mengalahkan sektor jasa sebesar 41,67 persen dan sektor manufaktur sebesar 11,76 persen,” kata Muchlis, Rabu (25/5/2022).

Sementara itu, berdasarkan data Susenas, diketahui  bahwa 32,80 persen penduduk miskin adalah mereka yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja di sektor pertanian, sisanya sebesar 8,47 persen bekerja di sektor lainnya, dan 58,74 persen tidak bekerja.

Di tahun yang sama, pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Soppeng tercatat melambat, hanya tumbuh 1,11 persen di tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang tumbuh sebesar 2,50 persen.

Melambatnya pertumbuhan di sektor pertanian ini menandakan adanya penurunan produksi pertanian.

“Jika produksi pertanian menurun maka akan mempengaruhi penghasilan petani, jika penghasilan petani khususnya petani miskin ini menurun maka pasti akan berdampak pada jumlah penduduk miskin,” ungkap Muchlis. (id)

Komentar