DBS NEWS, SOPPENG – Stasiun Klimatologi Maros mencatat jumlah hari hujan di Kabupaten Soppeng terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, dari tahun 2019, 2020 dan 2021.
Pada tahun 2021, jumlah hari hujan di Kabupaten Soppeng mencapai 208 hari, sementara di tahun 2020 yaitu 164 hari dan tahun 2019 yaitu 95 hari.
Apabila diruntut berdasarkan bulan, jumlah hari hujan terbanyak di tahun 2021 terjadi di bulan Januari yang mencapai 30 hari, Februari (20 hari), Maret (23 hari), April (11 hari), Mei (11 hari), Juni (14 hari), Juli (9 hari), Agustus (8 hari), September (11 hari), Oktober (17 hari), November (26 hari), Desember (28 hari).
Fenomena perubahan pola cuaca ini merupakan indikasi nyata terjadinya perubahan iklim.
Dikutip dari laman Wikipedia, dampak perubahan iklim akan sangat dirasakan oleh setiap aspek kehidupan manusia, salah satunya sektor pertanian.
Sektor pertanian merupakan sektor utama yang menyerap banyak tenaga kerja, baik secara formal maupun informal.
Namun, sektor ini akan sangat sensitif terkena dampak perubahan iklim karena sektor pertanian bertumpu pada siklus air dan cuaca untuk menjaga produktivitasnya.
Dampak perubahan iklim terhadap pertanian bersifat langsung dan tidak langsung dan mencakup aspek biofisika dan sosial ekonomi.
Perhatian terbesar dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian adalah munculnya kekhawatiran dengan kestabilan bahan pangan.
Perubahan iklim akan menyebabkan kekeringan, penurunan air tanah, peningkatan suhu, banjir, kekurangan kesuburan tanah, perubahan cuaca, dan lain-lain yang berisiko gagal panen dan kelaparan. (id)







Komentar