3 Kebiasaan Buruk Pelaku UMKM di Soppeng, Latahan Hingga Percaya Tengkulak

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng, Andi Wandy Irwandy menggambarkan tiga kebiasaan buruk pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Soppeng.

Pertama, yaitu Latahan atau suka mengekor bidang bisnis yang sudah terlihat sukses. Padahal menurut Andi Wandy, tidak semua orang memiliki kemampuan dan kapasitas yang sama.

“Pelaku UMKM kita cenderung latah, jika melihat bisnis orang sukses, dia juga ingin membuat bisnis seperti itu, padahal tidak semua orang mempunyai kemampuan bisnis untuk membuka usaha seperti itu, hingga akhirnya dia gulung tikar,” ujar Andi Wandy di acara workshop Digital Entrepreneur yang diadakan oleh 72 Community di Kawasan Wisata Ompo, Jumat (20/8/2022).

Kebiasaan buruk kedua yang dimiliki pelaku UMKM di Soppeng, yaitu salah menggunakan Media Sosial (Medsos). Pelaku usaha terkadang belum bisa memisahkan antara media sosial untuk bisnis dan pribadi.

“Mereka belum bisa memisahkan antara medsos untuk mempromosikan produknya dengan medsos pribadi, sehingga konsumen terkadang bingung apakah ini medsos untuk curhat atau berdagang,” kata Andi Wandy.

Kebiasaan buruk ketiga yang dimiliki pelaku UMKM di Soppeng, yaitu lebih percaya pada tengkulak atau rentenir dibandingkan pergi ke Bank untuk meminjam uang.

Padahal jelas para tengkulak ini mengambil banyak keuntungan dari pelaku UMKM dengan meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi.

“Kami sudah melihat bukti nyata, pelaku UMKM yang meminjam uang di tengkulak tidak ada yang berhasil dan justru kebanyakan gulung tikar ditengah jalan,” pungkas Andi Wandy. (id)

Komentar