DBS NEWS, SOPPENG – Membatasi diri dari mencari, mendengar dan membaca berita ternyata dapat membantu kita menjaga kesehatan jiwa dan raga.
dr. Rudi Putranto dari Divisi Psikosomatik dan Paliatif, Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM menyebut anjuran untuk membatasi Informasi agar tidak berlebihan ini berasal dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
“WHO menganjurkan paling tidak cukup membaca dan mendengar dua berita dalam sehari, dan kalau bisa dalam sehari itu cukup 30 menit saja. Itu untuk menjaga kesehatan jiwa kita,” ujar dr.Rudi Putranto yang dikutip DBS News dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (18/8/2022).
Menurutnya, dengan membatasi diri dari berita maka informasi mengenai hal-hal negatif tidak akan terlalu sering didapatkan.
Apalagi dengan kondisi sekarang ini, dengan banyaknya media membuat masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan berita untuk dijadikan referensi.
“Sebagai manusia, otak kita itu lebih cepat menangkap dan menyimpan hal-hal yang berhubungan dengan informasi negatif dibandingkan hal-hal yang sebaliknya yang positif,” kata Rudi.
Senada dengan hal tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menilai membaca berita dari sumber yang keliru akan membuat orang lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa.
Dalam hal ini memberi jarak sejenak untuk tidak mengkonsumsi berita atau informasi yang berlebihan dapat memperbaiki diri secara psikologis.
“Kekhawatiran bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, membaca dan mendengar informasi secara berlebihan. Batasi informasi yang berlebihan dan ambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik bagi kesehatan jiwa kita,” kata Psikiater dr. Lahargo Kembaren dari PDSKJI. (id)







Komentar