Ket.foto : Andi Soetomo (Kiri) dan Andi Kaswadi Razak
DBS NEWS, SOPPENG – Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang belum terselesaikan dari sejak era Andi Soetomo hingga Andi Kaswadi Razak sebagai Bupati Soppeng.
Andi Soetomo dan Andi Kaswadi Razak adalah dua Bupati Soppeng yang sama-sama mengembang tugas untuk dua periode.
Andi Soetomo menjabat selama tahun 2005 hingga 2015, sedangkan Andi Kaswadi melanjutkannya dari tahun 2016 hingga 2024 saat ini.
Lantas, bagaimana sebenarnya angka kemiskinan pada era kedua pemimpin ini?, mari kita bandingkan berdasarkan tahun terakhir keduanya menjabat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, di tahun terakhir Andi Soetomo menjabat sebagai Bupati Soppeng atau di tahun 2015, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng mencapai angka 18,9 ribu orang.
Angka itu setara 8,36 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Soppeng saat itu.
Sementara itu, dari data terbaru yang dipublish BPS Sulsel pada April 2024, diketahui bahwa jumlah penduduk miskin Kabupaten Soppeng saat ini ada sebanyak 17,2 ribu orang.
Angka itu setara 7,48 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Soppeng saat ini.
Jika dihitung secara sederhana, artinya hanya ada penurunan sekira 1,69 ribu penduduk miskin selama 19 tahun terakhir atau dari tahun 2005 hingga 2024.
Sekedar diketahui, BPS sendiri mengartikan penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Garis kemiskinan adalah representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimun makanan yang setara dengan 2.100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.
Garis kemiskinan Kabupaten Soppeng saat ini berada di angka Rp398.802, sementara di era Andi Soetomo garis kemiskinan masih diangka Rp213.164. (id)







Komentar