Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Soppeng Hanya Peringkat 13 se-Sulsel

Ket.foto : Aktivitas anak-anak membaca buku (Google Images)

DBS NEWS, SOPPENG – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Soppeng hanya menempati peringkat ke 13 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

IPLM adalah pengukuran terhadap usaha yang dilakukan  oleh pemerintah daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota) dalam membina dan mengembangkan perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat untuk mencapai budaya literasi masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kabupaten Soppeng berada di skala 82,9500.

Penilaian IPML terdiri atas tujuh unsur penyusun indeks. yaitu pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi, ketercukupan tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan masyarakat per hari, jumlah perpustakaan ber-SNP, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi atau promosi, serta anggota perpustakaan.

Kabupaten Soppeng sendiri mendapat skor 0,6053 dalam unsur pemerataan layanan perpustakaan, kemudian 0,3218 di unsur ketercukupan koleksi, dan 0,8792 di ketercukupan tenaga perpustakaan.

Lalu masing-masing skor 1,0000 untuk unsur tingkat kunjungan masyarakat per hari, jumlah perpustakaan ber-SNP, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi atau promosi, dan perkembangan jumlah anggota perpustakaan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut nilai skala IPLM Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan :

1. Sidrap 93,6900
2. Pangkep 93,6600
3. Kepulauan Selayar 92,6300
4. Parepare 92,4600
5. Barru 91,9400
6. Enrekang 89,6700
7. Palopo 86,9500
8. Bulukumba 86,7300
9. Luwu Timur 86,3700
10. Sinjai 84,9900
11. Luwu Utara 84,0300
12. Maros 83,5700
13. Soppeng 82,9500
14. Toraja Utara 82,1100
15. Jeneponto 81,3200
16. Bone 80,0200
17. Bantaeng 77,1700
18. Tana Toraja 76,4300
19. Makassar 73,7800
20. Pinrang 73,4900
21. Takalar 67,6100 
22. Gowa 65,1200
23. Wajo 63,4300
24. Luwu 60,0200

(id)

Komentar