ilustrasi siswa
DBS NEWS, SOPPENG – Riset yang dilakukan peneliti Universitas Negeri Makassar (UNM), mengungkap tujuh perilaku menyimpang yang paling ‘sering’ dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Soppeng.
Penelitian yang dilakukan pada April tahun 2023 ini mengambil sampel 30 orang siswa kelas tinggi di SDN 15 Jolle, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
Berdasarkan hasil penelitian, tujuh perilaku menyimpang yang paling sering dilakukan oleh siswa SD ini adalah, mengambil barang teman tanpa izin, datang terlambat ke sekolah, menganggu teman saat belajar dan mengejek teman.
Kemudian perilaku menyimpang lainnya yaitu, mencoret-coret meja dan kursi dalam kelas, meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru dan mencoret-coret tembok sekolah.
“Perilaku menyimpang siswa sekolah dasar ini dapat terjadi karena faktor internal dan eksternal,” tulis para peneliti dalam laporannya yang dikutip DBS News, Selasa (23/7/2024).
Menurut peneliti, faktor internal biasanya terjadi karena adanya keinginan dari dalam diri siswa sendiri untuk diperhatikan oleh orang lain atau biasa disebut cari-cari perhatian.
Sedangkan faktor eksternal biasanya terjadi karena tiga unsur, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Faktor keluarga terjadi karena kelalaian orang tua dalam mendidik anak, perselisihan antara kedua orang tua, perceraian, perlakuan orang tua dalam memanjakan anak yang berlebihan, dan ketidakadaan orang tua di samping siswa karena pekerjaan.
Sementara Faktor lingkungan sekolah meliputi, kurangnya perhatian dari pihak sekolah terhadap siswa dan tidak adanya penanaman karakter baik yang konsisten.
Selanjutnya, dalam faktor lingkungan masyarakat, salah satu penyebab terjadinya penyimpangan perilaku anak yaitu, ketidakadaan perhatian khusus masyarakat dalam menampilkan perilaku yang benar sesuai norma-norma kebudayaan.
Hal itu dinilai membuat anak bingung mau mencontoh perilaku yang mana, akibatnya anak tidak dapat menyerap norma kebudayaan ke dalam dirinya mengenai hal mana yang pantas dan tidak pantas.
“Perilaku-perilaku menyimpang ini perlu diatasi agar tidak berlanjut di masa-masa mendatang. Perilaku menyimpang siswa ini dapat mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah,” tulis para peneliti dalam kesimpulannya. (id)







Komentar