Mengulik Karakteristik Penduduk Miskin di Kabupaten Soppeng

Ilustrasi penduduk miskin

DBS NEWS, SOPPENG – Sebagaimana diketahui, Kabupaten Soppeng saat ini total memiliki 17,2 ribu penduduk miskin.

Hal itu berdasarkan hasil penghitungan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) periode Maret 2023 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari survei tersebut, diketahui juga sejumlah karakteristik penduduk miskin di Kabupaten Soppeng, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan hingga fasilitas perumahan yang dimiliki.

Di sektor pendidikan, sebanyak 20,86 persen penduduk miskin usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Soppeng ternyata tidak memiliki ijazah Sekolah Dasar atau SD.

Sementara 58,30 persen lainnya baru mempunyai ijazah SD atau SMP, dan hanya 20,84 persen yang memiliki ijazah SMA atau perguruan tinggi.

Di sektor Ketenagakerjaan, sebanyak 52,67 persen penduduk miskin usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Soppeng ternyata tidak memiliki pekerjaan tetap. Hanya ada 30,39 persen yang bekerja di sektor informal dan 16,93 persen yang bekerja di sektor formal.

Dibandingkan tahun 2022, jumlah penduduk miskin yang tidak memiliki pekerjaan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang mana sebelumnya masih di angka 48,38 persen.

Di kategori fasilitas perumahan tercatat, bahwa persentase rumah tangga miskin yang bisa mengakses dan menggunakan air layak belum mencapai 100 persen, yang mana angkanya masih 96,52 persen.

BPS Sulsel sendiri mendefinisikan rumah tangga pengguna air layak adalah rumah tangga yang menggunakan sumber utama air minum terlindung meliputi ledeng, sumur bor atau sumur pompa, sumur terlindung, mata air terlindung, dan air hujan.

Hal yang sama juga terjadi pada penggunaan jamban sendiri yang angkanya juga belum 100 persen, di mana baru 97,16 persen rumah tangga miskin di Soppeng yang memiliki fasilitas tempat pembuangan air besar sendiri. (id)

Komentar