Pola Belanja Masyarakat Desa di Soppeng Indikasikan Ketidaksejahteraan

Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Pola belanja masyarakat desa di Kabupaten Soppeng indikasikan ketidaksejahteraan. Hal ini tercermin dari proporsi pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel yang dipublis pada 24 Maret 2025, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat perdesaan di Kabupaten Soppeng adalah Rp1.013.975 selama tahun 2024.

Dari angka tersebut, sebanyak 52,21 persen dikeluarkan untuk belanja makanan dan hanya 47,79 persen untuk belanja bukan makanan.

Menurut BPS, persentase pengeluaran bukan makanan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk.

Semakin besar proporsi pengeluaran bukan makanan, maka semakin tinggi juga kesejahteraan penduduknya.

Ini lantaran masyarakat semakin punya ruang lebih untuk menabung, investasi, pendidikan, hiburan, kesehatan dan lainnya ketika persentase bukan makanan semakin besar.

Sebagai perbandingan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan di Kabupaten Soppeng adalah Rp1.390.472 selama tahun 2024.

Dari angka tersebut, hanya 46,43 persen yang dikeluarkan untuk belanja makanan dan 53,57 persen untuk bukan makanan.

Keadaan ini mengindikasikan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk perkotaan saat ini jauh lebih baik bila dibandingkan penduduk di wilayah perdesaan.

Hal ini juga menjadi ironi tersendiri karena berbanding terbalik dengan kondisi di tahun sebelumnya atau tahun 2023.

Saat itu, meski penduduk pedesaan hanya memiliki rata-rata pengeluaran perkapita sebulan Rp963.019, namun persentase untuk belanja makanan hanya 48,35 persen, sedangkan 51,65 persen dibelanjakan untuk bukan makanan.

Di periode yang sama, penduduk perkotaan dengan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan Rp1.325.497, justru saat itu membelanjakan 51,17 persen untuk makanan dan hanya 48,83 persen untuk bukan makanan.





Penulis : Idham

Komentar