Segini Penerimaan Pemkab Soppeng dari BUMD, Ada yang Bikin Istighfar!

Kolase foto BUMD Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Soppeng mengungkap besaran kontribusi yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng dari tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) selama tahun 2024.

Tiga BUMD ini yaitu PT Lamataesso Mattappa, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Soppeng, dan Bank Sulselbar.

Bank Sulselbar menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai Rp16 miliar. Jumlah ini menunjukkan peran penting bank tersebut dalam mendukung keuangan daerah.

“Kita punya saham di Bank Sulselbar dan menghasilkan deviden Rp16 miliar lebih di tahun 2024,” ujar Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng, Dipa, Kamis (3/7/2025).

Sementara itu, PT Lamataesso Mattappa memberikan kontribusi sebesar Rp248 juta lebih. PT Lamataesso merupakan perusahaan pengelola Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja dan Kawasan Industri Hasil Tembakau.

Satu-satunya BUMD yang tidak memberikan kontribusi apa pun atau nihil bagi pendapatan asli daerah adalah PDAM Soppeng.

“PDAM belum bisa menyetor deviden karena rasio pelanggan yang ditetapkan aturan belum memenuhi ketentuan, apalagi posisi laporan keuangannya belum sehat,” ujar Dipa.

Diberitakan sebelumnya, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Soppeng, Andi Muhammad Surahman menyoroti rendahnya kontribusi BUMD terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Soppeng.

Hal ini menjadi salah satu poin penting yang dilaporkan oleh Pemkab Soppeng dalam Rapat Paripurna DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Rabu (2/7/2025).

“Kontribusi BUMD terhadap penerimaan Pemerintah Daerah memang diakui masih rendah dibanding investasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, kami akui bahwa ini merupakan penyakit umum setiap BUMD,” ujarnya.

Namun menurut Andi Surahman, kondisi saat ini jauh lebih baik, karena menurut laporan keuangan masing-masing BUMD, beberapa diantaranya sudah mampu membiayai operasional sendiri bahkan memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah walaupun masih kecil.

“Kecuali PDAM yang masih berkinerja ‘Sakit’ dan ini menjadi perhatian kita bersama untuk memperbaikinya,” pungkas Andi Surahman.

Penulis : Idham

Komentar