Bisnis Konstruksi di Soppeng Alami Kontraksi, Terendah Dalam 4 Tahun Terakhir

Ilustrasi sektor konstruksi

DBS NEWS, SOPPENG – Sektor konstruksi di Kabupaten Soppeng saat ini mengalami kontraksi yang signifikan, bahkan mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir.

Hal ini berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng terkait pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Soppeng yang dirilis pada 29 Agustus 2025.

Sekedar diketahui, kontraksi dalam ekonomi merujuk pada perlambatan atau penyusutan pertumbuhan ekonomi.

Di tahun 2024, nilai pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi mendapat nilai -1,00 persen. Angka itu merosot tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun 2023, pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi sebesar 6,35 persen. Bahkan di tahun 2022, nilai pertumbuhannya menyentuh angka 10,09 persen. Begitupun di 2021 yang nilainya masih di angka 9,99 persen.

Kontraksi pada sektor konstruksi ini diduga tidak lepas dari adanya efisiensi anggaran. Hal ini menyebabkan beberapa proyek konstruksi yang dibiayai pemerintah belum bisa berjalan.

“Penurunan belanja modal APBN maupun APBD membawa dampak pada kategori konstruksi yang mengalami kontraksi,” tulis BPS Kabupaten Soppeng dalam publikasinya.

Penulis : Idham

Komentar