Aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Soppeng
DBS NEWS, SOPPENG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Soppeng Menggugat (ASM) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Soppeng, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin (1/9/2025).
Salah satu tuntutan massa terkait besaran gaji dan tunjangan anggota DPRD yang dinilai sangat besar di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang lesu.

“Gaji dan tunjangan dewan itu terlalu tinggi, sudah tidak masuk diakal padahal sedang ada efisiensi anggaran, makanya kami minta tunjangan itu dihilangkan dan gaji dikurangi,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Farid yang dikonfirmasi terkait tuntutan ini menilai, bahwa penurunan gaji dan tunjangan bisa saja terjadi jika ada kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Daerah.

“Tergantung kesepakatannya teman-teman dewan dan pak bupati. Tapi bisa jadi hal itu terjadi karena kan sampai detik ini teman-teman dewan juga sudah kena refocusing. Artinya kita mengikut apa yang menjadi arahan Kepala Daerah terutama Presiden,” ujar Farid.
Selain tuntutan terkait gaji dan tunjangan anggota DPRD, terdapat tuntutan lain yang disuarakan massa.
Pertama yaitu, pengusutan tuntas kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas baracuda saat aksi di Jakarta pada 25 September 2025.
Kedua, pengesahan undang-undang Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi dan keadilan ekonomi.
Ketiga, revisi UU Kepolisian RI, agar aparat lebih profesional dan tidak represif. Keempat, transparansi pengelolaan anggaran DPR, demi kepentingan rakyat.
Penulis : Idham







Komentar