Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Produk laptop chromebook menjadi viral pasca ditetapkannya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019–2024, Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook dalam program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022.
Nadiem dianggap meloloskan pengadaan chromebook dari Google Indonesia untuk anak didik di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Padahal, pada tahun 2019, uji coba chromebook telah gagal dan dianggap tidak cocok untuk sekolah-sekolah di daerah 3T.
Di Kabupaten Soppeng sendiri, riwayat pengadaan laptop chromebook untuk sekolah-sekolah sudah dimulai sejak tahun 2021.
Hal ini bisa dilihat di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP) milik Disdikbud Kabupaten Soppeng.
Dari penelusuran tim DBS NEWS di laman Sirup LKPP milik Disdikbud Soppeng, Jumat (5/9/2025), terdapat 47 paket belanja yang terkait dengan pengadaan laptop chromebook pada tahun 2021.
Dari 47 paket belanja, 25 paket diantaranya memiliki nilai pagu masing-masing Rp202.072.000, sedangkan 22 paket lainnya memiliki nilai pagu Rp20.910.000.
Paket dengan nilai pagu Rp202.072.000 adalah paket dengan pengadaan laptop chromebook sebanyak 29 unit untuk setiap sekolah, sedangkan paket dengan nilai pagu Rp20.910.000 adalah paket pengadaan laptop chromebook sebanyak 3 unit untuk setiap sekolah.
25 sekolah penerima laptop chromebook dengan jumlah masing-masing 29 unit yaitu SDN 112 Bureccenge, SDN 114 Kebo, SDN 128 Palero, SDN 133 Takalala, SDN 140 Masumpu, SDN 144 Madello, SDN 146 Gattareng, SDN 158 Watallipu, SDN 166 Laburawung, SDN 171 Lompo Baru, SDN 176 Dabbare.
Kemudian SDN 178 Tanalle, SDN 179 Talumae, SDN 184 Dare Ajue, SDN 186 Taluma Kaca, SDN 187 Manu-Manu, SDN 18 Mangkawani, SDN 190 Launga, SDN 1 Lamappoloware, SDN 70 Libukang, SDN 86 Lajoa, SDN 91 Pacongkang, SDN 94 Kampiri, SDN 9 Mallanroe, dan SDN 139 Tokebbeng.
Sementara 22 sekolah penerima laptop chromebook dengan jumlah masing-masing 3 unit yaitu SDN 112 Bureccenge, SDN 114 Kebo, SDN 123 Tetewatu, SDN 125 Marale, SDN 128 Palero, SDN 13 Palakka, SDN 144 Madello, SDN 145 Waepute, SDN 148 Sanuale, SDN 178 Tanalle.
Kemudian SDN 179 Talumae, SDN 186 Taluma Kaca, SDN 190 Launga, SDN 194 Bottompare, SDN 196 Polewali, SDN 64 Medde, SDN 86 Lajoa, SDN 94 Kampiri, SDN 96 Citta, SDN 99 Labae, SDN 129 Abbanuange, dan SDN 170 Tanete.


Jika diakumulasikan, total ada 791 unit laptop chromebook dengan jumlah nilai pagu mencapai Rp5.511.820.000 untuk pengadaan di tahun 2021. Anggaran yang digunakan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Tidak hanya di tahun 2021, pengadaan laptop chromebook oleh Disdikbud Soppeng juga dilakukan di tahun 2022. Terdapat satu paket belanja terkait pengadaan laptop chromebook.
Paket pengadaan tersebut diberi nama ‘Pengadaan Alat Peraktek dan Peraga Siswa-Laptop’ dengan nilai pagu Rp10.302.195.000.
Sayangnya, tidak ada penjelasan terkait jumlah unit laptop yang dipesan dan informasi penerima dalam detail paket tersebut.
Masih dari laman Sirup LKPP milik Disdikbud Soppeng, pengadaan laptop chromebook juga tercatat dilakukan di tahun 2024 lalu. Terdapat dua paket belanja.
Paket pengadaan pertama diberi nama ‘Pengadaan TIK (Chromebook/Laptop) SMPN 2 Liliriaja (DAK)’ dengan nilai pagu Rp90.000.000.
Paket pengadaan kedua diberi nama ‘Pengadaan TIK (Chromebook/Laptop) SD (6 Sekolah) (DAK)’ dengan nilai pagu Rp540.000.000.
Sama dengan pengadaan di tahun 2022, pengadaan di tahun 2024 ini juga tidak merinci jumlah unit laptop chromebook yang dibeli.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, pihak Disdikbud Soppeng belum memberikan tanggapan terkait pengadaan laptop chromebook ini.
Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan, baik dari Kepala Disdikbud Soppeng, Andi Sumangerukka dan Sekretaris Disdikbud Soppeng, Nur Alim.
Penulis : Idham







Komentar