Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Pola konsumsi masyarakat Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan kecenderungan yang memprihatinkan, di mana pengeluaran untuk konsumsi rokok masih jauh lebih besar dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi.

Hal itu tercermin dalam data terbaru mengenai rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Soppeng yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng pada Februari 2025.
Menurut BPS, rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Soppeng untuk rokok mencapai Rp73.086 per bulan pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk rokok adalah yang terbesar ketiga dalam kelompok bahan makanan setelah makanan jadi dan padi-padian.
Untuk pengeluaran makanan jadi, masyarakat Soppeng rata-rata menghabiskan Rp163.348 per bulan, sedangkan untuk padi-padian Rp80.856 per bulan.
Pengeluaran untuk membeli rokok ini mengalahkan pengeluaran untuk membeli ikan/udang/cumi yang hanya Rp70.566 per bulan, daging Rp15.105, telur dan susu Rp28.088, sayur-sayuran Rp34.598, buah-buahan Rp39.233, kacang-kacangan Rp7.204 dan umbi-umbian Rp1.420.
Kondisi pola konsumsi masyarakat Kabupaten Soppeng di tahun 2024 ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Bedanya, di tahun 2023, rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Soppeng untuk rokok bahkan mencapai angka Rp76.751 per bulan.
Pengeluaran rokok saat itu adalah yang terbesar kedua dalam kelompok bahan makanan setelah makanan jadi.
Fenomena rokok yang menjadi prioritas pengeluaran ini berpotensi mengakibatkan risiko malnutrisi karena dana yang seharusnya digunakan untuk membeli makanan sehat teralihkan ke pembelian rokok.
Penulis : Idham







Komentar