Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Sektor pertanian di Kabupaten Soppeng menghadapi ancaman terkait keberlanjutan tenaga kerja produktif di masa depan.
Hal ini berdasarkan analisis yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng pada 31 Desember 2025.
Menurut BPS, jumlah petani tua di Kabupaten Soppeng saat ini jauh mendominasi dibandingkan ketersediaan petani muda.
Jumlah petani berusia lanjut atau 55 tahun ke atas di Kabupaten Soppeng ada sebanyak 14.672 orang.
Sebaliknya, partisipasi generasi muda justru terlihat minim, di mana jumlah petani milenial atau usia 15-34 tahun hanya mencapai 3.940 orang.
Sementara itu, jumlah petani usia 35-44 ada sebanyak 7.075 orang dan petani usia 45-54 ada 10.949 orang.
Bagi BPS, dominasi jumlah petani tua ini bukan sekadar masalah statistik, melainkan alarm bagi keberlanjutan modernisasi pertanian di Kabupaten Soppeng.
Petani berusia lanjut cenderung memiliki keterbatasan dalam mengadopsi teknologi baru, sementara generasi muda yang diharapkan menjadi agen pembaharu justru enggan terlibat.
Rendahnya minat kaum muda sering kali dipicu oleh persepsi bahwa pertanian belum menjanjikan kesejahteraan, stigma sosial, serta hambatan struktural seperti keterbatasan akses modal dan lahan.
“Jika hambatan ini tidak diatasi, Kabupaten Soppeng berpotensi kehilangan momentum untuk mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang berdaya saing,” tulis BPS dalam publikasinya.
Penulis: Idham







Komentar