Lagi, DP3AP2KB Soppeng “Guyur” Tim Stunting dengan Pulsa Rp543 Juta

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Andi Husniati

DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Soppeng kembali mengalokasikan anggaran Rp543 Juta untuk pengadaan paket data atau pulsa bagi tim pendamping keluarga berisiko stunting di tahun 2026.

Berdasarkan Data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP), paket ini ditujukan untuk mendukung kegiatan pemantauan data dan informasi keluarga berisiko stunting selama setahun.

Sasaran pemantauan mencakup remaja calon pengantin, Pasangan Usia Subur (PUS), ibu hamil, ibu pasca-salin, hingga anak usia di bawah dua tahun (baduta) dan di bawah lima tahun (balita).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Andi Husniati menyebut, anggaran pengadaan data atau pulsa ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.

Pengadaan pulsa inipun disebut sudah sesuai dengan arahan dan petunjuk teknis dari BKKBN Pusat.

“Ada 543 orang pendamping yang menerima bantuan ini. Bantuan ini bertujuan untuk menunjang kelancaran penginputan data-data. Pengadaan ini mengikuti petunjuk teknis dari pusat,” tulis Husniati melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/2/2026).

Sebagai informasi, pengadaan paket data atau pulsa bagi tim pendamping keluarga berisiko stunting sudah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya oleh DP3AP2KB Soppeng.

Nilai anggaran sebesar Rp543 juta ini sama dengan yang dialokasikan pada tahun 2024 dan 2025.

Sementara itu, dikutip dari Wartasulselnews.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng mencatat jumlah kasus stunting di Kabupaten Soppeng hingga Agustus 2025 telah mencapai 1.200 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang masih di angka 1.105 kasus.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya.

Penulis: Idham

Komentar