Menakar Kerealistisan Program “Gentengisasi” Presiden Prabowo di Kabupaten Soppeng

Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto resmi menyerukan Gerakan Nasional “Gentengisasi” atau penggantian atap rumah berbahan seng menjadi genteng tanah liat.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut Prabowo, gerakan gentengisasi bertujuan untuk memperindah estetika permukiman sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan layak huni.

Selain dinilai kurang indah secara visual, atap seng juga berdampak pada kenyamanan penghuni karena mudah panas dan rentan berkarat.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ucap Prabowo.

Proyek gentengisasi nasional rencananya akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak produksi.

“Jadi nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat,” ujar Prabowo.

Namun, implementasi kebijakan ini di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, sepertinya akan menghadapi tantangan besar, mengingat dominasi penggunaan atap rumah berbasis seng yang sangat masif di Bumi Latemmamala.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dipublikasikan pada 28 November 2025, sebanyak 98,39% rumah tangga di Kabupaten Soppeng masih menggunakan seng, kayu, atau sirap sebagai atap rumah.

Bisa dikatakan, hanya sekira 1,61% rumah tangga di Soppeng yang sudah menggunakan material selain seng seperti genteng atau beton.

Angka 98,39% ini menempatkan Kabupaten Soppeng di peringkat ke-5 sebagai daerah dengan persentase terbesar penggunaan atap seng di Sulawesi Selatan.

Jadi menarik ditunggu, bagaimana langkah konkret pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan ambisi “Gentengisasi” ini sehingga tidak hanya sekadar menjadi wacana di tengah fakta statistik yang ada.

Berikut persentase rumah tangga pengguna atap rumah dari bahan seng, kayu/sirap di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025:

Bantaeng 99,90%
Pangkep 99,56%
Gowa 98,79%
Sinjai 98,60%
Soppeng 98,39%
Jeneponto 98,12%
Bone 97,50%
Luwu Timur 96,29%
Maros 96,21%
Toraja Utara 96,14%
Takalar 95,97%
Pinrang 95,81%
Luwu 95,44%
Wajo 95,21%
Luwu Utara 93,98%
Parepare 93,37%
Tana Toraja 92,99%
Enrekang 92,52%
Barru 91,93%
Palopo 90,90%
Sidrap 89,32%
Makassar 88,06%
Selayar 87,27%
Bulukumba 82,15%



Penulis: Idham

Komentar