Tanpa Laut, Produksi Perikanan Soppeng Tembus 5.614 Ton Setara Rp89 Miliar

Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dirilis pada 27 Februari 2026, angka produksi perikanan di Kabupaten Soppeng bisa mencapai 5.614 ton dalam setahun.

Menurut BPS, angka produksi perikanan tersebut setara dengan nilai ekonomi sebesar Rp89.337.860.000.

Angka itu merupakan hasil akumulasi produksi perikanan dari dua sektor, yaitu perairan umum daratan dan perikanan tangkap.

Dengan rincian, produksi perikanan perairan darat menyumbang kontribusi sebesar 2.807 ton yang setara Rp44.668.930.000.

Sedangkan sektor perikanan tangkap juga berkontribusi sebanyak 2.807 ton atau setara Rp44.668.930.000.

Khusus untuk sektor perikanan tangkap di laut, Kabupaten Soppeng tidak mencatatkan volume produksi maupun nilai value sama sekali.

Hal ini disebabkan oleh geografis wilayah Bumi Latemmamala yang tidak memiliki sumber daya alam berupa laut.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, produksi perikanan Kabupaten Soppeng ini mengalami peningkatan, yang sebelumnya hanya 5.500 ton.

Namun secara nilai ekonomi justru berkurang, di mana tahun sebelumnya masih di angka Rp97.941.690.000.

Sementara itu, dibandingkan dengan banyaknya produksi perikanan kabupaten/kota lain di Sulsel, Kabupaten Soppeng berada di peringkat ke-20.

Posisi pertama ditempati oleh Kabupaten Bone dengan nilai akumulasi produksi perikanan mencapai 219.053 ton atau setara Rp6.574.022.090.000 dalam setahun.

“Angka ini berasal dari Kementerian Kelautan. Untuk volume dibaca sesuai angkanya dan untuk total nilai value (sulsel) dibaca triliun,” ujar Anggota Tim Pelayanan Data BPS Provinsi Sulsel, Muktamar Amal yang dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Penulis: Idham

Komentar