Ilustrasi (Ist)
DBS NEWS, SOPPENG – Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang di Kabupaten Soppeng kembali mencatatkan kinerja negatif.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat, sektor ini mengalami kontraksi sebesar 2,48% pada tahun 2025.
Sekedar diketahui, kontraksi dalam ekonomi merujuk pada perlambatan atau penyusutan pertumbuhan ekonomi.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, sektor tersebut juga mengalami kontraksi sebesar 2,56 persen.
Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pada tahun 2023 yang sempat mencatatkan pertumbuhan positif tipis sebesar 0,22 persen.

Menurut BPS, kontraksi yang terus berlanjut ini dipicu oleh sejumlah persoalan krusial dan klasik pada infrastruktur pendukung sektor tersebut.
Berbagai kendala teknis seperti tingginya angka kebocoran pipa, kerusakan pada sistem pompa, serta terus berkurangnya ketersediaan sumber mata air menjadi penyebab utama penurunan kinerja sektor ini.
Hal ini diperburuk karena belum ada upaya konkret terkait revitalisasi infrastruktur air bersih selama periode tersebut.
“Belum adanya upaya revitalisasi infrastruktur air bersih menjadikan kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang mengalami kontraksi,” tulis BPS dalam laporannya.
Penulis: Idham







Komentar