Pimpinan Perum Bulog Cabang Soppeng, Abdul Halim Sarro dalam rapat konsultasi di DPRD Soppeng
DBS NEWS, SOPPENG – Perum Bulog Cabang Soppeng kembali memindahkan sebagian besar stok beras hasil serapan petani lokal Soppeng ke Kota Makassar.
Hal ini terungkap dalam rapat Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Inisiatif DPRD Tahun 2026, Jumat (2/10/2026).
Pimpinan Perum Bulog Cabang Soppeng, Abdul Halim Sarro, menyebut hal ini terjadi karena kapasitas gudang bulog Soppeng saat ini tidak sebanding dengan volume serapan gabah dan beras yang dikelola.
“Kapasitas gudang kita hanya sekitar 10 ribu ton. Sementara tahun ini, kami menyerap gabah sebanyak 120 ribu ton, yang kalau dikonversi ke beras itu kurang lebih 60 ribu ton,” ujar Halim.
Alhasil, Bulog Soppeng terpaksa menyewa kompleks gudang penyimpanan beras di dalam dan luar daerah, salah satunya di Kota Makassar.
“Ada 25 kompleks gudang yang kami sewa di Kima Makassar, sementara di daerah Soppeng ada 7 kompleks gudang,” ujarnya.
Bulog Soppeng sendiri berharap kedepannya ada perhatian pemerintah daerah untuk segera mengatasi kondisi saat ini.
Bulog pun menawarkan dua opsi mekanisme kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Pertama, yaitu kalau misalnya dari pemerintah daerah punya tanah hibah yang bisa dihibahkan kepada kami, kami akan lakukan pembangunan di situ.”
“Kedua, yaitu bisa juga kalau itu dimiliki oleh pemerintah daerah, kami melakukan sistem sewa untuk menampung beras-beras yang kami serap dari petani di Kabupaten Soppeng,” ujar Halim.
Sekedar diketahui, kejadian penyimpanan stok beras hasil serapan petani lokal Soppeng ke Kota Makassar juga terjadi di tahun 2025.
Saat itu, sebanyak 22.500 ton beras hasil program serapan gabah di Kabupaten Soppeng harus disimpan di Makassar.
Gudang Bulog Soppeng disebut hanya mampu menampung 8.500 ton, sedangkan gudang tambahan milik swasta di soppeng yang disewa Bulog hanya bisa menampung 6.000 ton.
Penulis: Idham







Komentar