DBS NEWS, SOPPENG – Bulan Juli dan November mungkin bisa disebut sebagai bulan patah hati bagi pasangan suami-istri di Kabupaten Soppeng. Pasalnya di kedua bulan ini banyak pasangan yang memilih berpisah alias bercerai.
Data Pengadilan Agama Watangsoppeng mencatat angka pengajuan perceraian paling banyak terjadi di bulan juli. totalnya mencapai 150 kasus dalam dua tahun terakhir, 78 kasus di tahun 2021 dan 72 kasus di tahun 2020.
Selain Juli, bulan kedua yang identik dengan perpisahan suami-istri adalah bulan November, total ada 142 kasus pengajuan perceraian di bulan tersebut, 59 kasus di tahun 2021 dan 83 kasus di tahun 2020.
Dikutip dari laman suara.com, Ahli seksologi dan hubungan, Dr Nikki Goldstein mengatakan, bahwa khusus di bulan November banyak pasangan yang mulai merenungkan dan mempertimbangkan apa yang diinginkan untuk masa depan.
“Saat kita menjelang akhir tahun, kita mulai merenungkan tahun yang telah terjadi. Rasanya kacau, rasanya gila dan orang mulai bercermin,” jelasnya.
“Jadi, saya benar-benar berpikir itu akan memengaruhi mengapa orang lebih banyak putus pada saat itu. Karena ketika anda sampai pada awal Januari atau Februari, anda ingin menghidupkan hidup anda dan anda ingin merasa baik tentang diri anda sendiri,” lanjutnya.
Perselisihan yang terus-menerus terjadi menjadi salah satu faktor terbesar pengajuan perceraian di Kabupaten Soppeng. (id)







Komentar