Ket.foto : Kepala Dinas TPHPKP Soppeng, Fajar
DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng mencatat, realisasi luas tanam padi di Kabupaten Soppeng untuk bulan Februari 2024 baru mencapai 4 ribu hektare.
Kepala Dinas TPHPKP Soppeng, Fajar menyebut, angka tanam padi tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan yaitu mencapai 7 ribu hektare.
“Artinya kita masih kekurangan 3 ribu hektare di bulan ini. Namun kita masih yakin bisa memenuhi target tanam ini dalam sepuluh hari kedepan,” ujarnya, Senin (22/2/2024).
Menurut fajar, target tanam padi yang tidak terpenuhi akan berpengaruh terhadap target produksi beras yang secara langsung akan berdampak pada harga beras nantinya.
“Kita terus mengawal percepatan tanam padi ini dan langsung kita laporkan tiap hari ke Kementerian Pertanian,” kata Fajar.
Sementara itu, dilansir dari laman Kontan, Pemerintah Pusat saat ini tengah mengejar capaian panen raya padi untuk memenuhi kebutuhan beras sepanjang tahun 2024.
Direktur Serealia Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Ismail Wahab mengatakan, pada bulan Februari ini pihaknya menargetkan penanaman padi di lahan seluas 2,6 juta hektare. Hanya, sampai saat ini yang sudah terealisasi baru mencapi 570.000 hektare saja.
Ia pun meminta kepada seluruh daerah yang sudah melakukan tanam padi untuk segera melapor. Menurutnya hal ini penting untuk penguatan data perberasan dalam negeri. Sehingga pemerintah bisa memastikan dengan akurat terkait ketersediaan beras yang ada.
“Saya lihat di Jawa Timur, Jawa Tengah sudah banyak (tanam) tapi pelaporan belum disampaikan. Ini mohon segera, agar kita tau kondisi riil di lapangan,” ujar Ismail Wahab.
“Percepatan tanam dilakukan untuk mengejar masa panen raya pada April mendatang. Langkah ini penting agar target surplus beras dapat tercapai pada tahun ini,” imbuhnya.
Diketahui, panen raya pada tahun 2024 diprediksi baru berlangsung pada Maret dan puncaknya akan terjadi pada April hingga Mei mendatang.
Mundurnya masa panen raya ini terjadi lantaran badai El-Nino yang menyebabkan keterlambatan masa tanam. (id)







Komentar