DBS NEWS, SOPPENG – Anggaran langganan media cetak dan online di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng kian dipangkas.
Tahun 2024 ini, total APBD yang disiapkan untuk kerjasama langganan media hanya mencapai Rp300 juta.
Nilai ini menurun drastis dibandingkan budget tahun 2023, di mana saat itu anggaran media masih di angka Rp700 juta.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Soppeng, Dipa yang dikonfirmasi, mengungkap dua sebab yang membuat penurunan anggaran media di tahun ini.
“Berkurangnya anggaran media untuk tahun ini karena ada pengaruh dari pelaksanaan Pemilukada dan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ujar Dipa, Selasa (27/2/2024).
Untuk pelaksanaan Pemilukada, pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran mencapai Rp21 miliar untuk KPU dan Rp6,7 miliar untuk Bawaslu Soppeng.
Tak sampai disitu, anggaran juga banyak tersedot untuk penggajian bagi PPPK yang mencapai Rp35 miliar.
“Ini semuakan hal-hal baru di tahun ini, belum ada di tahun-tahun sebelumnya, dan itu semua menjadi kewenangan daerah.”
“Selain itu ada perubahan kegiatan-kegiatan dengan DAU diarahkan, dulu kan tidak ada DAU diarahkan,” urai Dipa.
Menurut Dipa, hampir semua SKPD di Kabupaten Soppeng mengalami pemangkasan anggaran di tahun 2024 karena transfer dana dari pemerintah pusat yang tidak terlalu signifikan .
Akibatnya, tidak semua kegiatan belanja SKPD bisa diakomodir. Penentuan pemberian anggaran harus melihat penting tidaknya kegiatan pengadaan tersebut.
“Transfer dari pusat itu hanya sekitar Rp1 trilun tahun ini, secara keseluruhan memang berkurang semua anggaran SKPD.”
“Jadi perlu analisa mendalam untuk menentukan belanja-belanja yang menjadi prioritas dan yang tidak. Anggaran media sebenarnya juga prioritas, namun membagi semua ini tidak bakalan cukup,” imbuh Dipa.
Saat ditanya mengenai banyaknya dana hibah yang diberikan Pemkab Soppeng untuk unit kerja di luar pemerintah daerah seperti Polres, Kodim dan Kejari Soppeng, Dipa tak mau berkomentar banyak.
“Kita tidak bisa membandingkan ini dengan itu,” tandasnya.
Sementara itu, data Diskominfo Soppeng, total anggaran Rp300 juta untuk kerjasama media akan dialokasikan Rp200 juta untuk media online dan Rp100 juta untuk media cetak.
Budget Rp200 juta akan digunakan untuk kerjasama 67 media online selama tiga bulan, sedangkan dana Rp100 juta akan digunakan untuk kerjasama 19 media cetak selama 4-5 bulan. (id)







Komentar