DBS NEWS, SOPPENG – Percaya tidak percaya, masyarakat Soppeng yang bertempat tinggal di desa ternyata lebih sejahtera dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di kota.
Hal ini bisa dibuktikan, salah satunya dengan membandingkan proporsi pengeluaran makanan dan bukan makanan masyarakat desa dan kota.
Meski hanya memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan sebanyak Rp963.019, masyarakat Soppeng yang tinggal di desa lebih sejahtera karena memiliki proporsi pengeluaran bukan makanan yang lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk makanan.
Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan pada 22 Maret 2024 mencatat, persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat desa untuk makanan hanya mencapai 48,35 persen, sedangkan bukan makanan yaitu 51,65 persen.
Menurut BPS, persentase pengeluaran bukan makanan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk.
Semakin besar proporsi pengeluaran bukan makanan, maka semakin tinggi juga kesejahteraan penduduknya.
Ini lantaran masyarakat semakin punya ruang lebih untuk menabung, investasi, pendidikan, hiburan, kesehatan, dan lainnya ketika persentase bukan makanan semakin besar.
Dibandingkan dengan masyarakat Soppeng yang tinggal di kota, yang meski memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan sebanyak Rp1.325.497.
Namun pengeluaran tersebut lebih banyak dihabiskan untuk pengeluaran makanan yaitu sebesar 51,17 persen, sedangkan untuk bukan makanan hanya 48,83 persen. (id)







Komentar