Istimewa
DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng menyoroti rendahnya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Soppeng.
Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng, realisasi penyaluran pupuk jenis urea hanya mencapai 32 persen, bahkan untuk jenis NPK hanya 22 persen, NPK FH 8,83 persen dan organik 6,18 persen.
Kondisi ini, menurut Suwardi, mengindikasikan adanya masalah serius dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
“Ada yang salah dan bermasalah dalam penanganan penyaluran pupuk dan pestisida. Jangan coba-coba untuk main-main dengan penyaluran pupuk bersubsidi,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Untuk mengatasi masalah ini, Suwardi memberikan instruksi khusus kepada Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) untuk melakukan pengawasan secara serius dan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar aturan.
“Pemerintah komitmen untuk mendukung produktivitas pertanian melalui program penyaluran pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau,” imbuhnya.







Komentar