Ket.gambar : Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak (Foto: Ical)
DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak menyebut produksi pangan bermutu dan aman di Kabupaten Soppeng belum sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Kaswadi menilai keinginan itu saat ini masih kontradiktif dengan perilaku petani-petani di Kabupaten Soppeng.
“Produksi pangan itu harus memenuhi syarat yaitu bermutu dan aman dari pemakaian bahan kimia, namun kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan kondisi yang kontradiktif,” kata Kaswadi, Selasa (10/5/2022).
Menurut Kaswadi, petani di Soppeng masih berfokus untuk terus memperoleh tingkat produksi yang optimal, sehingga melakukan berbagai upaya untuk mengamankan produksi usaha taninya.
“Seperti penggunaan pestisida dan pemupukan yang kurang bijaksana, ini dikhawatirkan merusak lingkungan dan rentan terhadap kemungkinan terjadinya pencemaran produk pangan oleh residu pestisida yang dapat membahayakan kesehatan,” ujarnya.
Padahal menurutnya, seiring dengan meningkatnya taraf pendidikan serta kesadaran masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia dalam pertanian, menyebabkan meningkatnya permintaan akan produk pangan yang bermutu dan aman seperti pertanian organik.
Petani selaku produsen pun harusnya dapat menjawab dan memenuhi tuntutan itu dengan menghasilkan produk pangan yang bermutu dan aman.
“Dan Itu semua harus dimulai dari tahap produksi yaitu persiapan lahan, benih penanaman, pemeliharaan, pemupukan, perlindungan dan pengairan, sampai pada kegiatan panen dan pasca panen pengelolaan distribusi, penyajian, sampai pangan siap dikonsumsi,” kata Kaswadi. (id)







Komentar