Selanjutnya, penyusun utama mineral dalam tubuh ikan berasal dari komponen penyusun tulang. Berdasarkan pengamatan, ikan sapu-sapu memiliki daging berwarna merah, sehingga diduga menjadi penyebab tingginya kandungan abu ikan tersebut.
Selain Protein, lemak, serat dan abu. Ikan sapu-sapu memiliki kandungan air mencapai 67,19%, kandungan air ini mempunyai hubungan yang berlawanan dengan kandungan lemak. Ikan yang memiliki kandungan air yang tinggi maka kandungannya lemaknya rendah.
Kandungan air bahan makanan berpengaruh terhadap kandungan proteinnya, semakin tinggi kandungan air maka kandungan protein semakin rendah atau sebaliknya semakin tinggi kadar protein maka akan rendah kandungan airnya. Secara umum ikan tergolong memiliki kandungan air yang tinggi yaitu ±70%.
Daya tahan bahan makanan sangat dipengaruhi oleh kandungan airnya, oleh karena itu ikan termasuk bahan makanan yang mudah rusak.
Sementara itu dikutip dari Kompas, Dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Murwantoko mengatakan, ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan yang mampu hidup pada kualitas air yang baik dan buruk.
Apabila hidup di air dengan kualitas baik, maka ikan sapu-sapu tersebut bisa dikonsumsi. Akan tetapi, jika ikan sapu-sapu tersebut hidup di perairan buruk dan jelek, khususnya memiliki kandungan logam berat tinggi, maka ikan tersebut jelas tak layak dikonsumsi.
“Namun terlepas dari itu, bagian ikan sapu-sapu yang bisa dikonsumsi juga sangatlah sedikit, hal itu disebabkan kulit ikan yang tebal dan proporsi ukuran kepala ikan yang relatif besar,” tutur Murwantoko. (id)







Komentar