DLH Soppeng Gagas Program ‘Sedekah Sampah’ dan ‘Sampah Jadi Emas’

DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Soppeng menggagas dua program inovasi pengelolaan sampah di Kabupaten Soppeng, yaitu program Sedekah Sampah dan Sampah Jadi Emas.

Kepala DLH Kabupaten Soppeng, Ariyadin Arif menyebut, program Sedekah Sampah merupakan upaya untuk mengurangi pencemaran sampah plastik dengan cara mengajak masyarakat, terutama umat muslim agar melakukan sedekah di masjid.

Namun sedekah yang dilakukan disini bukan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk sampah, seperti sampah botol, kantong kresek, kaleng, kertas, dan kardus.

“Jadi jamaah yang ke masjid itu bisa membawa sampah plastik, nantinya sampah-sampah yang terkumpul akan ditimbang oleh Bank Sampah, hasilnya akan ditukarkan dengan uang yang dimasukkan ke dalam rekening masjid,” ujar Ariyadin, Kamis (19/10/2023).

“Program Sedekah Sampah ini sendiri telah berjalan, namun baru dilaksanakan di satu masjid saja, tepatnya di Masjid Jabal Nur Perumnas Anggrek,” imbuh Ariyadin.

Sementara itu, program Sampah Jadi Emas merupakan program kolaborasi antara PT Pegadaian dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam program ini, masyarakat yang menukarkan sampahnya di Bank Sampah tidak lagi mendapatkan imbalan berupa uang, namun justru mendapatkan investasi dalam bentuk emas.

“Prosesnya tetap sama melalui bank sampah, tapi imbalannya bukan dalam bentuk uang lagi namun dalam bentuk emas,” kata Ariyadin.

Pihak DLH Soppeng rencananya pekan depan akan mulai mempelajari Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan terkait program tersebut.

“Setelah kita pelajari MoU-nya selanjutnya akan kita dilaunching dalam waktu dekat ini,” kata Ariyadin.

“Semua program ini adalah upaya edukasi, motivasi dan perubahan mindset masyarakat untuk mau mengelola sampah menjadi berkah sehingga semua jenis sampah dapat bernilai ekonomis,” tambah Ariyadin. (id)

Komentar