DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng, berhasil menyelamatkan ribuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan milik petani di Soppeng.
Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, Fajar menyebut, dari 7 ribu BPJS Ketenagakerjaan petani di Soppeng yang saat ini sudah tidak aktif, ada seribu lebih yang berhasil diaktifkan kembali.
“Sementara dari 4 ribu BPJS Ketenagakerjaan yang memasuki masa tenggang atau grace period, Dinas TPHPKP juga berhasil menyelamatkan sebanyak seribu,” ujar Fajar, Sabtu (21/10/2023).
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras sejumlah pihak, mulai dari petugas perekrutan dari Dinas TPHPKP hingga para ketua kelompok tani.
Menurut Fajar, para petugas perekrutan dan ketua kelompok tani sampai harus berkeliling dan mendatangi satu persatu para petani yang jaminan sosial ketenagakerjaannya sudah tidak aktif dan grace period.
“Selama sebulan ini, setiap hari, kami maksimalkan para petugas perekrutan atau yang disebut Perisai ini bersama ketua kelompok tani untuk berkeliling dan mendatangi para petani satu persatu.”
“Bahkan ada ketua kelompok tani yang rela membayarkan lebih dulu jaminan sosial anggotanya agar bisa tetap diaktifkan,” beber Fajar.
Lebih lanjut, Fajar membantah bahwa kondisi kemarau menjadi faktor utama banyaknya petani di Soppeng yang memilih menonaktifkan jaminan sosial ketenagakerjaannya.
“Setelah ditelusuri, ternyata sebelum kemarau juga memang sudah banyak yang tidak aktif. Rata-rata itu dalam satu bulan ada seribu yang dari aktif menjadi tidak aktif,” imbuh Fajar. (id)







Komentar