Viral Istilah Petani Gurem, Berapa Jumlahnya di Soppeng?

DBS NEWS, SOPPENG – Istilah Petani Gurem tiba-tiba viral usai acara debat keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu 21 Januari 2024 lalu.

Istilah itu digunakan oleh salah satu Cawapres untuk menyinggung fenomena seseorang yang memiliki lahan 500 ribu hektare, sementara belasan juta rumah tangga petani gurem di Indonesia hanya memiliki setengah hektare lahan.

Lantas, apa sebenarnya petani gurem itu?, dan berapa jumlahnya di Kabupaten Soppeng?

Petani Gurem adalah petani yang memiliki atau menyewa lahan pertanian dengan mengusahakan tanaman semusim atau tahunan dengan menggunakan lahan yang kurang dari setengah hektare.

Pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, makin besar jumlah petani gurem, menandai bahwa barisan orang miskin dari sektor pertanian kian bertambah.

Pasalnya, dengan mengusahakan lahan kurang dari 0,5 hektare, penghasilan dari sektor pertanian dipastikan tidak akan mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

“Bagi mereka yang berlahan gurem, bahkan di bawah 0,2 hektare, pendapatan dari sektor pertanian tidak lagi penting. Justru pendapatan dari sektor non-pertanian lebih menentukan kelangsungan hidup keluarga. Bagi rumah tangga demikian, bekerja di sektor pertanian hanya sebagai sambilan,” kata Khudori dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (23/1/2024).

Di Kabupaten Soppeng sendiri, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat total 35 ribu petani di Kabupaten Soppeng pada tahun 2023.

Dari jumlah tersebut, ada sekira 7.989 petani yang masuk dalam kategori petani gurem.

Jumlah petani gurem terbanyak di Kabupaten Soppeng ada di Kecamatan Marioriwawo sebanyak 2.141 orang, kemudian Liliriaja 1.504 orang, Lilirilau 1.088 orang, Donri-Donri 927 orang.

Lalu Kecamatan Lalabata sebanyak 888 orang, Marioriawa 759 orang, Ganra 405 orang, dan Citta 277 orang. (id)

Komentar