Ilustrasi pelajar
DBS NEWS, SOPPENG – Di era globalisasi seperti sekarang ini, lagu-lagu daerah mulai tersaingi keeksisannya dengan lagu-lagu modern.
Banyak orang terutama generasi muda cenderung lebih menyukai lagu modern dan tidak lagi melirik atau bahkan tidak tahu lagu daerahnya sendiri.
Sering kita lihat, yang hafal dan suka melantunkan lagu-lagu daerah didominasi oleh kalangan orang tua saja.
Padahal, untuk melestarikan salah satu hasil kebudayaan ini, semua kalangan masyarakat harus tetap mengenal dan mengapresiasinya agar tetap terjaga sampai ke anak cucu di masa mendatang.
Lantas seperti apa eksistensi lagu daerah khususnya lagu Bugis di kalangan generasi muda di Kabupaten Soppeng, apakah juga sudah tersisihkan oleh lagu-lagu modern?
Sebuah penelitian mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fahrul Annas mengungkapkan sejumlah fakta menarik terkait hal tersebut.
Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini mengambil sampel sebanyak 118 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berupa tes lisan, dimana siswa menyanyikan lagu Bugis berjudul ‘Mattappa Cora’na Soppeng’ satu persatu kemudian direkam untuk menilai dengan cermat kemampuan bernyanyi siswa.
“Tidak sekedar kemampuan bernyanyi, penelitian ini juga mengkaji tiga subvariabel yaitu teknik mengartikulasikan, mengintonasikan dan mengeskpresikkan lirik lagu dari elong ugi tersebut,” tulis peneliti.
Hasil penelitian, diketahui bahwa Sebanyak 115 (97,46%) siswa mampu mengartikulasikan lirik Elong Ugi ‘Mattapa Cora’na Soppeng’ dengan baik. Dimana siswa mendapat rata-rata nilai ≥ 75.
Tak hanya itu, sebanyak 115 (97,46%) siswa juga mampu mengintonasikan nada-nada lagu ‘Mattappa Cora’na Soppeng’ dengan baik. Dengan nilai rata-rata ≥ 75.
Sedangkan, sebanyak 108 siswa (91,53%) mampu mengekspresikan lirik lagu dengan baik. Dengan nilai rata-rata mencapai ≥ 75.
Berdasarkan hasil dari ketiga aspek kemampuan menyanyikan elong ugi mattapa cora’na soppeng tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa kemampuan menyanyikan elong ugi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kabupaten Soppeng dianggap mampu.
“Dari segi aspek artikulasi dan intonasi sudah baik, namun pada aspek ekspresi perlu berlatih lebih baik lagi agar pencapaian standar kompetensi lebih maksimal,”
“Jadi bagi guru sebaiknya memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa untuk berlatih lebih giat lagi dalam pembelajaran bahasa daerah khususnya menyanyikan lagu bugis, dengan cara memberikan contoh berekspresi dalam menyanyi yang baik dan benar,” tulis peneliti. (id)







Komentar