Soppeng Dilanda Tren Ekspansi Lahan, Kabar Baik atau Buruk?

Bupati-Wakil Bupati Soppeng, Suwardi Haseng-Selle KS Dalle dalam bingkai ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Kabupaten Soppeng kini tengah dilanda tren ekspansi lahan. Lahan-lahan tidur yang selama ini tidak produktif kini beralih fungsi menjadi areal pertanian.

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyebut fenomena ekspansi lahan ini memicu lonjakan hasil pertanian yang signifikan, salah satunya produksi jagung.

“Produksi jagung tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar 59.169 ton pipilan kering atau sebesar 32,50% dibandingkan tahun 2024.”

“Peningkatan yang cukup signifikan ini dipicu tingginya animo masyarakat untuk terus melakukan ekspansi perluasan areal tanam jagung pada lahan-lahan yang tidak termanfaatkan selama ini,” ujar Suwardi, Minggu (22/2/2026).

Namun, di balik angka pertumbuhan produksi pertanian yang menggiurkan, tren ekspansi ini juga menyimpan risiko yang perlu diwaspadai.

Aktivis lingkungan hidup, Iswan Karim, menyebut pembukaan lahan secara besar-besaran, jika tidak dibarengi dengan manajemen lingkungan yang ketat, berpotensi mengganggu daerah resapan air dan memicu erosi.

Selain itu, pola tanam monokultur dalam skala luas berisiko menurunkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

“Tantangan besar bagi pemerintah daerah adalah memastikan bahwa peningkatan ekspansi lahan ini tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan agar kekayaan alam Soppeng tidak hanya habis dieksploitasi untuk kepentingan sesaat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Penulis: Idham

Komentar