Kepala DPKHP Soppeng, Erman Asnawi dalam bingkai ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Soppeng, Erman Asnawi, mengakui bahwa pendapatan nelayan di wilayah Kabupaten Soppeng saat ini masih belum menggembirakan.
Pernyataan tersebut menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dipublikasikan pada 27 Februari 2026 terkait volume produksi perikanan Soppeng yang hanya mencapai angka 5.614 ton dengan nilai ekonomi Rp89 miliar.
“Pendapatan nelayan belum menggembirakan akibat biaya operasional seperti perahu, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan alat tangkap masih mahal dan terbatas,” ujar Erman, Jumat (24/4/2026).
Kondisi ini diperparah oleh populasi ikan yang terus menurun akibat keberadaan bendung gerak dan serangan spesies ikan invasif seperti ikan tokke atau ikan sapu-sapu yang terjadi di Danau Tempe.
“Padahal produksi perairan tangkap kita mayoritas berasal dari Danau Tempe seluas 3.000 hektare yang masuk wilayah Soppeng,” ucap Erman.
Masalah diperburuk dengan minimnya fasilitas tempat penyimpanan yang memadai, sehingga hasil tangkapan tidak bertahan lama dan memaksa nelayan menjual cepat dengan harga rendah.
“Daya beli masyarakat juga relatif rendah sehingga harga penjualan mengikuti kemampuan pembeli, sementara nelayan belum memiliki tempat penyimpanan yang memadai sehingga produk tidak tahan lama,” beber Erman.
Masalah serupa juga melanda sektor perikanan darat yang mengandalkan sekitar 500 unit kolam terpal. Para pelaku usaha menghadapi kendala mahalnya harga pakan, kurangnya modal, hingga gangguan teknis yang sering terjadi seperti pemadaman listrik.
Menyikapi berbagai kendala tersebut, DPKHP Soppeng tengah mengupayakan sejumlah langkah strategis, mulai dari rencana pemberian bibit unggul, bantuan sarana prasarana, serta mendorong investasi dan kemitraan dengan lembaga keuangan.
“Selain itu, pemerintah juga akan berupaya menciptakan pakan alternatif memanfaatkan ikan sapu-sapu, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani,” ucap Erman.
Penulis: Idham







Komentar