Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Pernyataan Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, yang mengaku banyak didatangi oleh warga yang meminta pekerjaan seakan menggambarkan betapa sulitnya mencari pekerjaan di Kabupaten Soppeng.
Kondisi inipun selaras dengan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait angka pengangguran di Bumi Latemmamala.
Menurut BPS, jumlah pengangguran di Kabupaten Soppeng melonjak dari 3.996 jiwa pada 2024 menjadi 4.688 jiwa pada 2025.
Artinya, terdapat penambahan sebanyak 692 orang yang masuk dalam kategori pencari kerja hanya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Mayoritas pengangguran di Soppeng saat ini berjenis kelamin laki-laki sebanyak 2.747 orang, sedangkan perempuan 1.941 orang.
Jika ditinjau dari latar belakang pendidikan, pengangguran di daerah ini didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 2.029 orang.
Disusul oleh lulusan Perguruan Tinggi sebanyak 1.604 orang, tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 628 orang, serta 427 orang lainnya merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD).
Diberitakan sebelumnya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, mengaku banyak didatangi oleh warga yang meminta pekerjaan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Hal itu diungkapkan Suwardi dalam acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Desa Laringgi, Rabu (23/9/2026).
“Banyak yang datangi saya, minta bagaimana caranya agar bisa kerja (di koperasi merah putih),” ucapnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Suwardi menyebut hanya bisa menolak karena program tersebut bukan wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng.
“Dalam mekanismenya, pengelolaan koperasi merah putih dikendalikan langsung oleh kementerian koperasi, itu bukan ranah pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Penulis: Idham







Komentar