Kepala Disparpora Soppeng, Suriasni
DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Soppeng mengklaim tidak mengeluarkan biaya terkait penayangan iklan promosi destinasi wisata Soppeng di bandara.
“Tidak ada biaya yang dikeluarkan,” tulis Kepala Disparpora Soppeng, Suriasni, melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/10/2026).
Menurut Suriasni, penayangan materi promosi tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak bandara dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Melalui sinergi ini, daerah diberikan ruang khusus untuk memasukkan bahan promosi sesuai prosedur yang berlaku.
Saat ini, materi promosi untuk Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja telah resmi terpasang dan tayang di bandara.
“Untuk iklan promosi di bandara memang ada kerja sama antara pihak bandara dan Budpar provinsi yang memberi ruang bagi daerah untuk memasukkan bahan promosi sesuai prosedur dan saat ini untuk KWA Lejja sudah terpasang di bandara,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Soppeng mengklaim terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, khususnya Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja dan Permandian Alam Citta.
Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin, dalam Rapat Paripurna terkait Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10/2026).
“Pemerintah daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus berupaya meningkatkan pendapatan hasil daerah dengan mengoptimalkan potensi usaha dan sektor pariwisata yang dimiliki daerah,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat strategi pemasaran melalui produksi konten visual, videografi, dan penyebarluasan informasi ke khalayak luas.
“Promosi yang dilakukan adalah melalui penayangan iklan dan video promosi di airport sehingga dapat menjangkau masyarakat luas serta wisatawan dari luar daerah,” ujarnya.
Selain memperluas jangkauan pemasaran, BUMD juga disebut terus melakukan perbaikan dan pembenahan secara berkelanjutan di kawasan wisata Lejja dan Citta.
“Pembenahan dilakukan baik dari segi sarana dan prasarana kenyamanan maupun kualitas pelayanan kepada pengunjung,” ujarnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah berharap jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan pendapatan BUMD dan memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap PAD Kabupaten Soppeng.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong BUMD agar lebih inovatif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan dan pengembangan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ucap Andi Haeruddin.
Sekedar diketahui, data Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Soppeng, pendapatan asli daerah dari KWA Lejja pada tahun 2025 adalah Rp164.957.751, sedangkan dari Permandian Alam Citta adalah Rp292.685.000.
Penulis: Idham







Komentar