Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengoptimalkan pendataan anak stunting di wilayahnya.
Langkah ini diambil menyusul masih adanya orang tua yang enggan atau malu mengakui kondisi kesehatan anaknya yang mengalami stunting.
Hal ini diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin dalam podcast KPU Soppeng, Kamis (13/8/2026).
“Biasanya yang punya anak stunting itu belum bisa mengakui bahwa anaknya stunting, setidaknya jika didatangi oleh petugas posyandu bersama Babinsa, sudah bisa berterus terang dan bersedia anaknya diperiksa,” ujar Andi Haeruddin.
Pemerintah menilai kehadiran aparat militer memberikan pengaruh psikologis yang positif serta rasa aman bagi warga, sehingga pendataan dapat berjalan lebih efektif.
“Bantuan itu sangat luar biasa, karena dengan kehadiran mereka tentu lain kalau ada TNI di belakang mereka, lain juga kalau tidak ada,” ucap Andi Haeruddin.
Sementara itu, Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf Eko Yulianto, menyebut pelibatan ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam membantu pemerintah di berbagai sektor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melaksanakan tugas ini sesuai undang-undang, di mana di sini kami membantu pemerintah daerah dalam segala aspek. Kita terus berkoordinasi, bagaimana kita bisa memberikan dampak yang baik bagi daerah,” ujar Eko.
Sekedar diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama dalam jangka waktu lama.
Stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian.
Penulis: Idham







Komentar