DBS NEWS, SOPPENG – Penduduk Kabupaten Soppeng saat ini didominasi oleh mereka yang masuk dalam kategori Gen Z atau Generasi Z atau generasi yang lahir pada rentang tahun 1996 hingga 2012.
Hasil sensus penduduk tahun 2021 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat, dari 235.574 total penduduk Kabupaten Soppeng, sebanyak 53.921 jiwa diantaranya lahir di rentang tahun 1996-2012 atau berusia 8-23 tahun pada 2021.
Peringkat kedua ditempati oleh mereka yang masuk kategori Generasi X yang lahir di rentang tahun 1965-1980 yang angkanya 49.664 jiwa.
Lalu Generasi Y yang lahir di rentang tahun 1981-1996 mencapai 48.695 jiwa. Generasi Boomers yang lahir dari rentang tahun 1946-1964 sebanyak 44.460 jiwa.
Sementara Generasi Alpha atau yang lahir pada tahun 2013 ke atas mencapai 29.721 jiwa. Adapun, jumlah penduduk generasi pre-boomer atau kelahiran sebelum tahun 1945 mencapai 9.113 jiwa.
Dikutip dari katadata, Gen Z memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi lain. Dalam K- JTP: Vol. 06, No.01, dijelaskan bahwa gen Z memiliki karakter yang menggemari teknologi, fleksibel, lebih cerdas, dan toleran pada perbedaan budaya.
Generasi ini juga terhubung secara global dan berjejaring di dunia virtual. Meskipun terkenal open minded, namun generasi ini juga diketahui memiliki karakter yang menyukai budaya instan dan kurang peka terhadap esensi privat.
Sebagai kelompok yang banyak terpapar internet, maka saat mempunyai pengalaman baik atau buruk, mereka tidak akan diam saja. Mereka akan mengungkapkan pengalaman tersebut di media sosial.
Gen Z memiliki kemampuan berpikir global, karena sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan seluruh orang di belahan dunia.
Tak hanya digunakan sebagai media komunikasi saja, mereka juga memanfaatkan sosial media untuk berkarya, bekerja, hingga belajar.
Sementara itu, dikutip dari laman sampoernauniversity, meski memiliki beberapa kelebihan, tetapi gen z juga memiliki sejumlah kelemahan. Di antaranya cenderung individualistis dan egosentris dan tidak fokus terhadap satu hal.
Selain itu, Gen Z juga dinilai kurang menghargai proses atau lebih tertarik kepada hal-hal yang instan, lebih memprioritaskan uang, emosi yang cenderung labil dan terlalu bergantung pada teknologi sehingga kesulitan ketika dihadapkan dengan hal-hal yang konvensional. (id)







Komentar