DBS NEWS, SOPPENG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, persentase perempuan yang menjadi tenaga kerja profesional di Kabupaten Soppeng telah mencapai 65,78 Persen pada tahun 2021.
Angka ini menempatkan Kabupaten Soppeng di posisi kedua dalam indeks keterlibatan perempuan sebagai tenaga profesional di Provinsi Sulawesi Selatan.
Enrekang menjadi kabupaten dengan partisipasi perempuan sebagai tenaga profesional tertinggi dengan angka indeks 67,04 Persen. Sementara Makassar menjadi wilayah di Sulawesi Selatan dengan angka indeks terendah dengan nilai 44,30 Persen.
Tingginya angka indeks menjadi indikasi bahwa telah terciptanya iklim kesetaraan gender dalam lingkup kerja tenaga professional di wilayah tersebut. Perempuan dinilai sudah mampu mengejar ketertinggalan dari laki-laki dalam sektor publik.
Sebagaimana kita ketahui, Budaya yang masih berkembang di Indonesia adalah pemahaman bahwa tanggung jawab perempuan adalah pada sektor rumah tangga atau sektor internal, sementara laki-laki pada sektor publik.
Profesionalisme perempuan yang semakin diperhitungkan di Kabupaten Soppeng sendiri tercermin salah satunya dalam komposisi jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Data BPS Kabupaten Soppeng mencatat, komposisi PNS perempuan telah melebihi jumlah PNS laki-laki. Di tahun 2021, jumlah PNS perempuan mencapai 3.123, sedangkan laki-laki 1.824.
Dari segi golongan, hampir 66 persen pegawai golongan III berjenis kelamin perempuan. Golongan III merupakan komposisi PNS terbanyak di Pemerintah Kabupaten Soppeng, dimana lebih dari 60 persen dari seluruh jenjang golongan.

Golongan IV, yang merupakan kepangkatan tertinggi pada jenjang PNS, juga menunjukkan komposisi perempuan lebih unggul dibanding laki-laki, dengan persentase 62 persen.
Sementara dari segi pendidikan PNS, jenjang pendidikan tinggi di PNS Kabupaten Soppeng juga tampak lebih didominasi oleh perempuan.

Jenjang diploma (baik diploma I, II dan III) hingga tingkat sarjana, lebih banyak perempuan. Sehingga secara umum, superioritas perempuan tampak pada ranah pemerintahan.
Peranan perempuan terhadap perekonomian di Kabupaten Soppeng juga cukup baik. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, sumbangan pendapatan perempuan di Kabupaten Soppeng sebesar 34,59% pada tahun 2021.
Angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan sudah mulai berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga.
Khusus untuk Indeks Sumbangan Pendapatan Perempuan, Kabupaten Soppeng berada di posisi kedelapan dari 24 Kabupaten/Kota.
Tana Toraja menjadi kabupaten dengan kemampuan indeks sumbangan pendapatan perempuan yang tertinggi dengan angka 43,48 persen. Meski belum mencapai 50 persen, namun capaian indeks perempuan di Tana Toraja ini telah melampau rata-rata nasional dengan angka indeks 37,22
Sementara Luwu Utara, menjadi kabupaten dengan kontribusi pendapatan perempuan yang terendah di Sulawesi Selatan dengan angka indeks 20,63 Persen. (id)







Komentar