Habiskan Rp833 juta, Ini Alasan di Balik Mahalnya Revitalisasi Spot Kuliner Panker Tahap Pertama

DBS NEWS, SOPPENG – Proses revitalisasi spot kuliner Pantai Kering (Panker) tahap pertama telah selesai dilakukan.

Namun beberapa masyarakat menilai, hasil pembangunan tak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan yang mencapai Rp833 juta.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, Pujiarman yang dikonfirmasi terkait hal ini mencoba menjelaskan.

Menurutnya, penggunaan anggaran dalam revitalisasi spot kuliner pantai kering tahap pertama paling banyak digunakan di struktur bawah bangunan, khususnya pada struktur penahan tebing dan lantai.

Di mana struktur bawah bangunan sampai lantai menggunakan cor beton seperti layaknya bangunan bertingkat.

“Terkait spot kuliner atau bangunan gedung pada umumnya, nilai biaya umumnya sangat dipengaruhi jenis material dan volume.”

“Kalau kita lihat sepintas, spot kuliner memanfaatkan anggaran paling besar pada bagian struktur bawah, antara lain struktur penahan tebing dan lantai. Volume beton bertulang yang digunakan adalah faktor utama dalam menyerap biaya,” ujar Pujiarman, Jumat (18/8/2023).

Sementara itu, meski saat ini pengerjaan revitalisasi spot kuliner pantai kering telah rampung, namun tidak serta merta bisa langsung digunakan.

“Saat ini menunggu serah terima ke penanggung jawab aset untuk bisa digunakan,” kata Pujiarman.

Sekedar diketahui, revitalisasi spot kuliner yang berlokasi di Jalan Attang Benteng, Watansoppeng ini menelan anggaran mencapai Rp2,5 Miliar.

Proses revitalisasi dilaksanakan dalam dua tahap, di mana dalam tahap pertama dikerjakan oleh CV Tujuh April dengan nilai kontrak mencapai Rp833.695.000.

Dalam Detail Engineering Design, Spot Kuliner Panker rencananya bakal memiliki 12 outlet kuliner. (id)

Komentar