Beda Kemarau Biasa dan El Nino Menurut DTPHPKP Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, Alia Warjuni mengungkap perbedaan antara musim kemarau biasa dengan kemarau yang bersamaan dengan El Nino.

Secara singkat, ia menjelaskan bahwa perbedaan paling mendasar terletak pada tingkat curah hujan.

Kemarau yang bersamaan dengan El Nino diyakini akan menyebabkan berkurangnya curah hujan yang berdampak pada kondisi alam yang lebih kering dibandingkan kemarau biasa.

“Musim kemarau di Indonesia bukan berarti tidak ada hujan, hanya saja kalau ada hujan curahnya kecil, kurang dari 50 mm tiap dasariannya.”

“Maka kalau ada kejadian bareng El Nino maka curah hujan akan semakin kecil atau dengan kata lain kemarau akan lebih kering,” ujar Alia Warjuni, Sabtu (26/8/2023).

Sementara itu dilansir dari Tribunnews, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Sultan Zakaria menyebut kondisi kemarau saat ini bakal terdampak di tiga wilayah Sulsel.

Mulai dari pesisir Barat, Selatan dan Timur Sulsel. Sementara itu wilayah utara masih berpotensi diguyur hujan.

Wilayah barat meliputi Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare sampai Pinrang. Wilayah Selatan meliputi Takalar, Jeneponto, Bantaeng hingga Bulukumba. Sedangkan Wilayah Timur meliputi Sinjai, Bone hingga Wajo.

“Khusus sulsel bagian pesisir barat, Selatan dan timur dan memang masih didominasi oleh cuaca cerah dan cerah berawan.”

“Meskipun ada beberapa wilayah yang masih ada terjadi hujan untuk wilayah bagian utara, seperti Palopo, Luwu, Luwu  Luwu Timur dan Luwu Utara ada potensi hujan ringan sampai sedang,” ujar Sultan Zakaria. (id)

Komentar