Ket.gambar : Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Ketua Fraksi Demokrat yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng, Haeruddin Tahang mengaku prihatin dengan fakta bahwa Rata-Rata Lama Sekolah warga Kabupaten Soppeng hanya sampai kelas 2 SMP.
“Kasian anak-anak kita, mestinya sekarang harus diatasnya, apalagi di Soppeng sudah ada universitas yang digagas oleh pemerintah daerah. Itu harusnya bisa menjadi batu loncatan awal bagi kita semuanya agar anak-anak kita bisa dididik,” kata Haeruddin, Selasa (19/4/2022).
Ia pun meminta pihak pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif agar lebih konsen memperhatikan masalah pendidikan ini.
“Daerah harus hadir, negara harus hadir, kita semua harus hadir untuk menuntaskan masalah ini. kita tidak ingin melihat ada anak-anak kita gagal dalam meraih pendidikan karena persoalan ketidakmampuan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat Rata-Rata Lama Sekolah penduduk Kabupaten Soppeng hanya sampai kelas 2 SMP.
Pada tahun 2020, Rata-Rata Lama Sekolah penduduk Soppeng adalah 7,81 tahun. Meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya 7,74 dan 2018 yang angkanya 7,63.
Angka tersebut memiliki arti bahwa rata-rata penduduk di Kabupaten Soppeng hanya mengenyam pendidikan di bangku sekolah selama 7 sampai 8 tahun.
Apabila dikonversikan ke pendidikan formal, rata-rata lama sekolah tersebut kurang lebih tamat SD/sederajat atau hanya sampai tahun kedua bangku SMP/sederajat.
Dikutip dari laman resmi BPS Soppeng, Rata-Rata Lama Sekolah merupakan salah satu indikator dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia dari segi pencapaian pendidikan selain Angka Melek Huruf.
Rata-Rata Lama Sekolah dapat memberikan informasi tentang sejauh mana tingkat pendidikan yang dicapai oleh penduduk dewasa.
Semakin lama Rata-Rata Lama Sekolah penduduk,maka semakin baik tingkat pendidikan penduduk tersebut. (id)







Komentar