Tak Melulu Soal Duit, Riset Ini Ungkap Sebab Lain Remaja Soppeng Putus Sekolah

DBS NEWS, SOPPENG – Ketidakmampuan orang tua dalam menjalankan peran atau fungsi keluarga dengan baik dinilai sebagai penyebab remaja Soppeng memilih untuk putus sekolah.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Mauliadi Ramli di Desa Leworeng, Kecamatan Donri-Donri pada tahun 2021.

Dalam penelitiannya, Mauliadi menilai gagalnya orang tua menjalankan peran fungsi keluarga dikarenakan beberapa hal, mulai dari tingkat pendidikan orang tua yang rendah, pendidikan yang dianggap bukan prioritas utama, ibu yang bekerja mencari nafkah, banyaknya jumlah anak dalam keluarga, dan faktor ekonomi keluarga.

Adapun faktor penyebab remaja putus sekolah dari lingkungan keluarga antara lain yaitu, Suasana dalam lingkungan keluarga, Kasih sayang dari orang tua, Sikap pasrah dan tidak mau peduli orang tua terhadap kondisi dan perkembangan anak secara maksimal, kondisi ekonomi orang tua dan Pola pikir anak.

“Survei lapangan di Desa Leworeng, anak putus sekolah juga mengaku lebih memilih bekerja karena dengan bekerja mereka dengan mudah mendapat uang dan dapat membeli kebutuhan pribadi, padahal secara ekonomi, orang tuanya sebenarnya masih mampu untuk menafkahi,” tulis Mauliadi dalam penelitiannya.

Selain lingkungan keluarga, faktor pendukung berhentinya anak dari bangku sekolah juga datang dari lingkungan sekolah, yakni sikap guru di sekolah, aturan sekolah yang menjadi beban, sikap teman-teman di sekolah serta prestasi anak di sekolah.

“Sedangkan faktor dari lingkungan tempat tinggal, yakni kondisi lingkungan yang berpotensi negatif seperti jumlah anak yang sering mabuk-mabuk jauh lebih banyak dari pada jumlah remaja mesjid,” ungkap Mauliadi. (id)

Komentar