Stok Darah Kabupaten Soppeng Jauh di Bawah Standar WHO

DBS NEWS, SOPPENG – Ketersediaan stok darah di Kabupaten Soppeng saat ini masih jauh di bawah standar yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dikutip dari Kompas, standar stok darah menurut ketentuan WHO adalah 2 persen dari jumlah penduduk. Artinya, jika jumlah penduduk Kabupaten Soppeng sekira 235.167 orang, maka harus ada persediaan darah sekira 4.703 kantong.

“Kalau merujuk keterpenuhan stok 2 persen dari jumlah penduduk, maka sepertinya kita masih di bawah standar,” kata Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng, Muhammad Evinuddin, Senin (19/9/2022).

Lebih lanjut Evinuddin menyebut, saat ini PMI Soppeng terus berupaya meningkatkan jumlah ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, salah satunya dengan menggandeng semua stakeholder untuk bekerja sama menambah pasokan stok darah.

“Kita melakukan kegiatan donor darah secara reguler dengan membuat jadwal ke kecamatan, desa dan kelurahan sampai pada sekolah dan kantor-kantor pemerintahan yang disusun dalam setahun,” kata Evinuddin.

“Namun di samping agenda reguler, PMI Soppeng juga melaksanakan kegiatan donor darah bersamaan dengan suatu event kegiatan kerjasama dengan instansi pemerintah, organisasi masyarakat atau perusahaan serta lembaga pendidikan,” tambahnya.

Dalam kegiatan donor darah terbaru, memperingati HUT PMI ke -77 Tahun, 15 September 2022 lalu, PMI Soppeng berhasil mengumpulkan 73 kantong darah yang terdiri dari Darah A sebanyak 26 kantong, Darah B 17 kantong, Darah O 24 kantong dan Darah AB 6 kantong.

“Kegiatan donor darah selama ini dilaksanakan oleh PMI bekerjasama dengan UTD RSUD Latemmamala,” tandas Evinuddin. (id)

Komentar