Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Kabupaten Soppeng Turun 6.235 Ton

DBS NEWS, SOPPENG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat adanya penurunan luas panen padi di Kabupaten Soppeng sepanjang Januari hingga Desember 2021.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi pada 2021 di Kabupaten Soppeng yaitu sekitar 47.466 hektar.

Angka luas panen padi tersebut mengalami penurunan sekitar 1.096 hektar atau 2,26 persen dibandingkan luas panen padi di tahun 2020 yang mencapai 48.562 hektar.

“Hal ini terjadi karena ada beberapa lahan sawah yang puso akibat terkena dampak banjir di Kabupaten Soppeng. Puso terjadi di bulan Mei, Juni dan Juli di Kecamatan Donri-Donri dan Marioriawa,” ungkap Kepala BPS Soppeng, Muhlis, Senin (10/10/2022).

Menyusutnya luas panen padi di tahun 2021 ini juga berdampak pada produksi padi Kabupaten Soppeng.

Produksi padi di Kabupaten Soppeng sepanjang Januari hingga Desember 2021 sekitar 269.147 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka produksi padi tersebut mengalami penurunan sekitar 6.235 ton atau 2,26 persen dibandingkan produksi di tahun 2020 yang mencapai 275.382 ton GKG.

Serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi di beberapa kecamatan dinilai menjadi pemicu yang mengakibatkan hasil panen padi tahun 2021 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2021, panen raya terjadi pada bulan April, Mei, Agustus dan September. Pada bulan tersebut banyak terjadi panen komoditas padi di Kabupaten Soppeng,” ujar Muhlis.

Menurunnya luas panen dan produksi padi ini pada akhirnya berdampak pada menurunnya produksi beras Kabupaten Soppeng sepanjang Januari hingga Desember 2021.

“Produksi padi selama 2021 setara dengan 154.446 ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 3.578 ton atau 2,26 persen, dibandingkan 2020 yang sebesar 158.024 ton,” ujar Muhlis. (id)

Komentar