Penggunaan Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan Generasi Muda Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Penggunaan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari-hari mulai ditinggalkan khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Soppeng.

Fakta tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng terkait kemampuan Berbahasa Indonesia dan Bahasa Daerah penduduk Kabupaten Soppeng, yang dirilis pada 10 Februari 2023.

BPS Soppeng mencatat, generasi Pre Boomer atau penduduk yang lahir pada tahun 1945 atau sebelumnya, memiliki presentase tertinggi terkait penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga yakni 99,54 persen.

Namun persentase tersebut mulai mengalami penurunan pada kalangan generasi Baby Boomer atau mereka yang lahir pada rentang tahun 1946-1965, yang mana angkanya menurun menjadi 98,7 persen.

Lalu semakin menurun pada generasi Gen X (1965-1980) sebanyak 97,3 persen, generasi milenial (1981-1996) sebanyak 95,67 persen dan generasi Z (1997-2012) sebanyak 94,13 persen.

Generasi Post Gen Z atau mereka yang lahir pada rentang 2013 dan seterusnya, menjadi yang terendah dalam penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga, yakni hanya 73,15 persen.

Fakta ini berbanding terbalik dengan persentase penggunaan bahasa Indonesia yang justru semakin ditinggalkan oleh para generasi yang lebih tua.

Tercatat, hanya ada 60,95 persen generasi Pre Boomer yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, sedangkan pada generasi Baby Boomer hanya sebanyak 86,27 persen.

Persentase tertinggi penggunaan bahasa indonesia berasal dari kalangan gen Z yang angkanya mencapai 99,08 persen.

Lalu generasi Milenial sebanyak 99,08 persen, generasi Post Gen Z sebanyak 98,25 persen dan Gen X sebanyak 97,79 persen. (id)

Komentar