Soppeng Miliki 7,7 Ribu Generasi ‘Gila Kerja’, Sedih Saat Liburan!

DBS NEWS, SOPPENG – Hari libur harusnya menjadi waktu yang paling ditunggu oleh para pekerja. Waktu di mana seorang pekerja bisa sejenak melupakan pekerjaan kantor dan bersenang-senang.

Namun hal itu ternyata tidak berlaku bagi para Generasi Z atau Gen Z atau generasi yang lahir pada rentang tahun 1996 hingga 2012.

Sebuah penelitan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa beberapa pekerja termuda saat ini justru seringkali merasa bersalah jika tidak tetap bekerja meski sedang berlibur.

Menurut Indeks Keyakinan Tenaga Kerja LinkedIn terbaru, berdasarkan survei terhadap 9.461 pekerja profesional di Amerika Serikat, sekitar 35 persen pekerja Gen Z mengatakan bahwa mereka merasa bersalah karena tidak bekerja saat berlibur.

Editor Senior LinkedIn, George Anders mengatakan, hal yang dilakukan Gen Z bisa jadi karena mereka masih dalam tahap karir.

Di mana para Gen Z ini lebih peduli untuk mengesankan pimpinan mereka, bergaul dengan rekan kerja atau memastikan mereka berusaha keras.

“Gen Z sangat teliti. Mereka mungkin memiliki kebiasaan yang berbeda, seperti preferensi kode pakaian atau keinginan lokasi tempat mereka bekerja, tetapi dari apa yang kami lihat, komitmen Gen Z untuk memberikan pekerjaan yang baik sama kuatnya dengan generasi lainnya,” ujar George Anders, mengutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/8/2023).

Di Kabupaten Soppeng sendiri saat ini terdapat 7.742 pekerja yang masuk dalam kategori Gen Z atau berusia 15-24 tahun.

Hal ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng pada 10 November 2022.

Dari jumlah total pekerja Gen Z tersebut, sebanyak 4.631 orang diantaranya merupakan laki-laki dan 3.111 orang perempuan.

Mayoritas pekerjaan Gen Z di Soppeng berdomisili di daerah pedesaan dengan jumlah 5.327 orang, sedangkan mereka yang tinggal di perkotaan hanya sebanyak 2.415 orang. (id)

Komentar