DBS NEWS, SOPPENG – Setiap kali pemilihan umum dihelat, baik berupa Pilkada, Pilpres dan Pileg, petani adalah konstituen yang paling banyak menikmati taburan janji dari para politisi.
Selain termasuk sebagai kelompok masyarakat pemilih terbesar, isu-isu diseputaran petani juga teramat seksi untuk mendulang suara.
Di sisi lain petani adalah kelompok yang teramat “lemah” dalam daya tawar politik, sehingga dengan mudah mereka suatu saat bisa ditinggalkan tanpa kesanggupan untuk menagih janji dari para politisi.
Di Kabupaten Soppeng sendiri, setidaknya ada sekira 48.695 penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian pada tahun 2022 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 ribu orang diantaranya berdomisili di pedesaan dan 9 ribu orang lainnya di perkotaan.
Masih dari data BPS, dari total 17.210 penduduk miskin di Kabupaten Soppeng pada tahun 2022, sebanyak 7,4 ribu diantaranya adalah mereka yang bekerja di sektor pertanian.
Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana dari total 17.270 penduduk miskin pada tahun 2021, sebanyak 5,6 ribu bekerja di sektor pertanian.
Angka di tahun 2022 itu menempatkan Kabupaten Soppeng di peringkat kelima di Sulawesi Selatan, sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak yang bekerja di sektor pertanian.
Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan melalui Jurnal Komunikasi Kareba pada 2011 silam, mengungkap perilaku politik sebagian petani di Kabupaten Soppeng.
Para petani Soppeng dinilai memiliki kecenderungan untuk menetapkan pilihannya jauh sebelum pemilu dilakukan.
Variabel yang turut memengaruhi keputusan para petani untuk menentukan pilihan politiknya adalah kerangka referensi yang mereka miliki sendiri.
Penelitian inipun menilai bahwa kampanye program kegiatan sosial yang dilakukan oleh Partai Politik tidak akan maksimal memberi informasi kepada para petani.
“Pengetahuan petani mengenai partai politik lebih banyak diperoleh dari variabel lain. Pemilih petani telah menentukan predisposisi terhadap pilihan politiknya sebelum melakukan pemilihan berdasarkan keseluruhan informasi yang dikumpulkannya sendiri,” tulis peneliti. (id)







Komentar