Ket.foto : Andi Tenri Sessu
DBS NEWS, SOPPENG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Soppeng, Andi Tenri Sessu memberikan tanggapan terkait sulitnya wartawan mengkonfirmasi Plt Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Soppeng, Abdullah soal kasus pengadaan kaos kelompok tani di Desa Ganra.
Melalui pesan WhatsApp, Andi Tenri berjanji akan membantu memfasilitasi para wartawan yang ingin mewawancarai Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Soppeng.
“Datangi saja, nanti juga saya sampaikan,” tulis Andi Tenri singkat, Kamis (1/2/2024).
Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Soppeng, Abdullah memilih bungkam terkait kasus pengadaan kaos kelompok tani di Desa Ganra.
Semua pesan dan panggilan telepon WhatsApp, Rabu (31/1/2024) tidak mendapat jawaban dari pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng ini.
Pesan WhatsApp pertama dikirimkan pada pukul 13.40 WITA, kemudian pesan selanjutnya pada pukul 14.11 WITA. Sementara itu panggilan telpon sendiri dilakukan pada pukul 16.05 WITA.
Saat wartawan menyambangi kantornya sekira pukul 15.40 WITA, Abdullah juga tak bisa ditemui. Pengakuan seorang pegawai, sang pimpinan sedang tidak ada di kantor.
Untuk diketahui, pengadaan kaos kelompok tani di Desa Ganra menjadi polemik, pasalnya ada logo AW72 yang tercetak di bagian depan baju.
Logo tulisan AW ini diduga kuat adalah singkatan dari nama Andi Wahyu yang merupakan Kepala Desa Ganra.

Menjadi masalah, karena dana yang digunakan untuk pengadaan baju untuk kelompok tani ini seluruhnya menggunakan anggaran dana desa.
Sementara itu, Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu menyebut, total ada sekira 1.100 baju yang dicetak untuk kelompok tani.
Dengan satu baju ditaksir memiliki harga mencapai Rp65 ribu, maka total anggaran dana desa yang digunakan mencapai lebih dari Rp70 juta.
“Seluruh baju tersebut selanjutnya dibagikan gratis kepada para petani yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK),” ujar Andi Wahyu, Selasa (30/1/2024)
Lebih lanjut, Andi Wahyu mengaku tidak menyangka bahwa persoalan baju ini bakal menjadi masalah.
Pasalnya, sebelum pengadaan baju untuk kelompok tani ini, sudah ada juga pengadaan Jersey sepak bola yang menggunakan dana desa dengan menampilkan logo AW72, namun saat itu tidak dipermasalahkan.
“Tidak kuharap ini menjadi masalah, karena sebelumnya ada juga jersey sepakbola dibuat dengan logo AW72 di depan dan tidak ada masalah,” beber Andi Wahyu. (id)







Komentar