Nyuri Tanaman Hias Median Jalan, Kadis DLH Soppeng : Siap-siap Dipidana!

Ket.foto : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng, Ariyadin Arif

DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Soppeng ternyata telah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah aksi pencurian terhadap tanaman hias di median jalan Kota Soppeng.

“Kita sudah pasang CCTV di seputaran jalan kemakmuran, jadi mereka yang nekat mencuri atau merusak tanaman hias di median jalan pasti terekam kamera,” ujar Kepala DLH Kabupaten Soppeng, Ariyadin Arif, Jumat (1/3/2024).

Mereka yang terbukti melakukan pencurian dan pengrusakan inipun menurut Ariyadin, bisa dipidana dan bakal dituntut ganti rugi.

“Bisa dipidana karena tanaman hias itukan termasuk aset Pemda,” tandas Ariyadin.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng mengalokasikan anggaran Rp150 juta guna pengadaan tanaman hias di median jalan Kota Soppeng

Anggaran tersebut seluruhnya bersumber dari APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng.

“Anggarannya kurang lebih Rp150 juta dengan total 180 pot dan tanaman yang disiapkan,” ujar Ariyadin.

Menurut Ariyadin, pemasangan tanaman hias di median jalan ini bertujuan untuk menambah nilai estetika lingkungan agar tidak kelihatan gersang menghadapi penilaian Adipura pada Februari 2024 lalu.

Pemasangan tanaman hias di median jalan inipun bersifat permanen meski penilaian Adipura telah dilakukan.

“Jenis tanaman hias yang dipajang merupakan jenis bonsai dan beberapa jenis tanaman hias lainnya. Semuanya untuk lebih mempercantik dan menambah keindahan median jalan,” kata Ariyadin.

Pemasangan tanaman hias di median jalan ini dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Pasalnya, penataan dilakukan dengan memperhatikan segala aspek terkait keselamatan. Salah satunya, terkait ukuran tanaman yang kecil yang tidak akan bersinggungan dengan pengendara.

“Menurut kami tidak akan membahayakan pengguna jalan, karena pot dan tanamannya tidak melewati batas median jalan dan ukurannya kecil, artinya tidak bersinggungan dengan pengguna jalan.”

“Beda kalo potnya besar dan lebar, itu menghalangi pengguna yang berada di sisi median jalan,” urai Ariyadin. (id)

Komentar