Ket.foto : PJ Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin (Tengah) di acara Hari Jadi Soppeng
DBS NEWS, SOPPENG – Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharudin meminta masyarakat Soppeng agar tidak lagi asal-asalan dalam memilih Gubernur Sulawesi Selatan untuk Pilkada mendatang.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Bahtiar dalam acara peringatan Hari Jadi Soppeng (HJS) ke 763 di Stadion Haji Andi Wana, Selasa (23/4/2024).
“Saya ini baru tujuh bulan jadi Pj Gubernur, saya sudah liat potensi dan kekurangannya, maka saya beritahu baik-baik, jangan lagi memilih sembarang Gubernur.”
“Pilih Gubernur yang punya konsep, punya gagasan, mengerti tentang ekonomi, bukan hanya narasi-narasi indah, tidak ada dalam nyata,” ujar Bahtiar.
Bahtiar berjanji akan mengawal dan menyiapkan Kabupaten Soppeng menjadi daerah yang mampu memilih pemimpin terbaik di Sulawesi Selatan.
“Saya pesan mentongki baik-baik, kita menentukan sekali masa depan rakyat Sulawesi Selatan. Makanya saya datang hari ini bersama Kapolda.”
“Saya akan mengawal daerah ini untuk kita siapkan pemimpin terbaik di Sulawesi Selatan karena ini akan menentukan masa depan Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Bahtiar menyebut ingin menjadikan Sulawesi Selatan menjadi bagian dari program Indonesia Emas, dimana untuk mewujudkannya maka kesejahteraan rakyat harus diutamakan.
“Kita paham ji Indonesia emas?, Indonesia emas itu, minimal pendapatan rakyatnya Rp15 juta, kita saja pegawai negeri belum bisa jadi Indonesia emas karena gaji hanya Rp5 juta.”
“Rakyat kita saat ini rata-rata masih Rp1,5 juta bahkan ditempat tertentu masih Rp500 ribu, apa tidak sedih kamu sebagai pemimpin melihat itu?,” beber Bahtiar.
Menurut Bahtiar, Sulawesi Selatan sebenarnya adalah daerah yang kaya, namun masyarakatnya saat ini justru lebih banyak dibiarkan bertarung sendiri untuk memperbaiki taraf kehidupannya.
“Inilah yang sedang kami kerjakan, mengembalikan secara perlahan kejayaan kita dan membangun daerah berbasis kekuatan kita sendiri. Kita turunkan mimpi dan kita buatkan dalam kenyataan fakta-fakta yang lebih orisinal dan faktual yang bisa kita lakukan,” ujar Bahtiar. (id)







Komentar